Manusia memiliki mulut dan pikiran untuk berbicara namun pembicaraan manusia terkadang membuat orang lain sakit hati atau tidak terima. Terutama ketika menyampaikan pendapat dalam suatu forum sehingga dapat mengalihkan suatu usaha dan potensi hingga kemudian menimbulkan perselisihan dan perpecahan dalam shaf.
Sesungguhnya, tingkatan ukhuwah terendah adalah kelapangan dada, sedangkan tingkatan tertinggi daripadanya mengutamakan orang lain. Dengan demikian, ketika menyampaikan pendapat, perlu adanya beberapa hal yang diperhatikan untuk menghindari setiap kata yang menimbulkan perselisihan.
Berikut 8 adab dalam menyampaikan pendapat yang dikutip dari buku fiqh, yaitu:
1. Semua pembicaraan harus kebaikan, dalam hadits Nabi SAW disebutkan:
“Barangsiapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)
2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:
“Bahwasanya perkataan Rasulullah SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)
3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda Nabi SAW:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai Rasulullah kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: “Orang2 yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)
4. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai Allah yang ia tidak mengira akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh Allah keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah yang tidak dikiranya akan demikian, maka Allah mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
5.Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits Nabi SAW:
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:
“Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)
6. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits Nabi SAW:
“Bukanlah seorang mu’min jika suka mencela, mela’nat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)
7.Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits Nabi SAW:
“Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi Allah SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)
8.Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits Nabi SAW dari Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapaknya berkata:
Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata Nabi SAW: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau SAW: “Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga Allah pun mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi Allah, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq ‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim)
“Bersepakat atas sesuatu yang kurang baik, jauh lebih baik ketimbang bersengketa karena sesuatu yang lebih baik, sebab di bawah nanungan persatuan kita akan dapat beralih dari yang baik kepada yang lebih baik” (Fiqh Dakwah) (QS. Al-Anfal: 46)
Demikianlah, dengan menaati Allah dan Rasul-Nya akan terwujud istiqomah, persatuan jamaah dan kemenangan dalam kokohnya shaf. Karena hakikatnya Jama’ah adalah perhimpunan (tajammu’), persatuan (wahdah) dan kesatuan hati (ta’aluf qulub). Menjadi satu dalam sehimpun sapu lidi yang kokoh, lebih kuat dalam membersihkan yang berserakan daripada hanya sebuah lidi. Kuatkan ikatan, satukan tujuan dan raih gemerlap cahaya syurga yang Allah janjikan kepada mereka yang beriman
~Jaga ucapan dan hati lawan bicara kita itu penting~